Mengenal Lebih Dekat Tentang Horor Psikologis dan Body Horror
Hai, Lovers! Buat kalian yang suka nonton film horor atau membaca cerita-cerita seram, pasti pernah merasakan kalau ketakutan yang kalian alami itu berbeda-beda, kan? Kadang bikin kita berpikir, kadang bikin mual, kadang cuma kaget aja. Nah, itu karena horor punya banyak "wajah", dan masing-masing punya cara menakutkan yang unik.
Jadi, kali ini aku mau bahas tiga jenis horor yang paling sering muncul: horor psikologis, body horror, dan horor biasa (konvensional). Ayo, kita eksplor bareng-bareng!
Horor Psikologis : Bikin Kamu Merinding sekaligus Mikir!
Lovers, horor psikologis itu kayak horor yang pelan tapi terus menghantui. Bukan langsung teriak karena jumpscare atau ada hantu yang tiba-tiba muncul, tapi kamu bakal ngerasa nggak tenang, nggak nyaman, dan makin lama makin kepikiran. Seremnya datang perlahan, menyusup ke pikiran kamu seperti bisikan lembut yang mengganggu.
Horor psikologis lebih fokus pada rasa takut yang muncul dari dalam diri seseorang. Nggak perlu ada monster atau hantu yang jelas-jelas menakutkan, cukup dengan kondisi mental yang berantakan, trauma masa lalu yang belum sembuh, perasaan terasing, atau bahkan halusinasi, udah bisa bikin satu cerita jadi sangat menakutkan.
Coba bayangin kamu lagi nonton film dan terus-terusan nanya: "Karakter utamanya beneran ngalamin ini, atau cuma ada di imajinasinya aja?" atau "Ini dunia nyata atau cuma ada di kepalanya?" Nah, pertanyaan-pertanyaan kayak gitu yang bikin horor psikologis punya sensasi yang beda. Nggak cuma takut karena adegan, tapi juga karena kita dipaksa untuk menyelami pikiran karakter yang sering kali… rusak.
Contoh paling ikonik mungkin Hereditary (2018), yang awalnya terasa kayak drama keluarga, tapi lama-lama berubah jadi kekacauan batin yang tragis dan mencekam banget. Dan jangan lupa The Babadook, yang secara simbolik menggambarkan kesedihan dan depresi lewat sosok makhluk misterius.
Film-film ini pas banget buat kamu yang suka horor dengan cerita yang bermakna, bukan cuma sekadar tontonan seram untuk hiburan sesaat. Horor psikologis ngajak kita buat masuk ke dalam cerita, ikut merasakan apa yang dirasakan karakter, dan itu bikin rasa takutnya jadi lebih personal. Rasanya kayak… kita pun bisa ngalamin hal yang sama.
Body Horror: Ketika Tubuh Jadi Sumber Ketakutan
Kalau horor psikologis bikin kita berpikir, body horror justru bikin kita mual karena visualnya. Seremnya bukan karena ada hantu, tapi karena tubuh manusia yang berubah atau rusak secara ekstrem. Biasanya penuh darah, luka, atau perubahan bentuk yang nggak masuk akal.
Coba bayangin seseorang pelan-pelan berubah jadi monster karena eksperimen ilmiah, atau tubuhnya disatuin sama mesin kayak di film Tetsuo. Atau yang lebih ngeri, tubuh yang dikendalikan parasit dan meleleh di depan mata kayak di The Thing. Nggak cuma menyeramkan, body horror sering mengangkat tema soal kelemahan manusia, teknologi, penyakit, dan ketakutan akan kehilangan kendali atas tubuh sendiri.
Buat Lovers yang tahan mental dan suka horor yang disturbing, ini wajib dicoba. Tapi siap-siap, mungkin bakal bikin kamu ngelirik tubuh sendiri sambil mikir, “Aku Aman nggak ya?”

Horor Biasa : Seram yang Umum Tapi Tetap Nendang
Nah, ini dia horor yang paling terkenal di kalangan penggemar horor konvensional. Ceritanya biasanya tentang hantu, setan, rumah angker, atau makhluk gaib lainnya. Tujuan utamanya adalah untuk membuat penonton terkejut, berteriak, dan merasakan deg-degan lewat jumpscare, suara keras, dan suasana gelap.
Contohnya film-film populer seperti The Conjuring, Insidious, atau Annabelle. Horor jenis ini biasanya tidak terlalu dalam atau visualnya aneh-aneh, tapi tetap bikin jantung dag-dig-dug karena serangan mendadak. Nontonnya seru banget bareng teman atau pacar, apalagi di malam hari sambil ngemil. Sensasi takutnya cepat dan langsung terasa.
Jadi, Mana yang Paling Seram? Jawabannya tergantung kamu, Lovers! Setiap jenis horor punya gaya dan kekuatannya masing-masing. Kalau kamu suka cerita yang bikin berpikir dan tidak bisa ditebak, horor psikologis cocok untukmu. Jika kamu lebih suka visual yang ekstrem dan bikin mual, body horror bisa jadi pilihan. Tapi kalau kamu hanya ingin hiburan seram yang ringan dan penuh jumpscare, horor biasa adalah jawabannya.
Kadang-kadang film horor bisa menggabungkan beberapa jenis horor sekaligus. Contohnya, Hereditary itu adalah campuran antara horor psikologis dan supranatural. Atau The Fly yang menggabungkan body horror dengan drama psikologis. Jadi, horor itu nggak selalu monoton dengan satu genre, Lovers, yang penting tetap seram!
Jadi, sekarang kamu udah lebih paham kan, Lovers, tentang perbedaan horor psikologis, body horror, dan horor biasa? Jadi, lain kali pas mau nonton, kamu bisa pilih sesuai mood dan keberanian kamu. Mau yang bikin mikir? Mau yang bikin mual? Atau yang bikin teriak? Semua ada pilihannya.
Yang penting, jangan lupa siapin camilan, selimut, dan pastikan nontonnya nggak sendirian kalau kamu penakut ya! Dan, kalau kamu punya rekomendasi film horor favorit dari salah satu jenis di atas, jangan lupa share ke kita ya!! Terakhir, tetap spooky dan tetap aman, Lovers!


Pilih Emoticon
Emotikon eksklusif Lovers Plus
Emotikon eksklusif yang disediakan untuk member Lovers Plus. Dengan bergabung di Lovers Plus, kamu akan memiliki fitur istimewanya.